Penyelenggaraan wisuda dan Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren NurulHudas berlangsung dalam suasana yang sangat haru, puitis, dan syarat akan makna spiritual. Momen perpisahan ini menjadi titik balik bagi para santri yang telah bertahun-tahun menimba ilmu di bawah bimbingan para kiai. Isak tangis bahagia dan rasa syukur menyelimuti seluruh arena acara, menyatukan emosi para santri, pengasuh, serta para orang tua murid yang menyaksikan perjalanan panjang anak-anak mereka.
Momen Sungkem dan Ungkapan Terima Kasih Santri
Suasana haru mencapai puncaknya saat prosesi sungkeman dilaksanakan usai penyerahan ijazah kelulusan. Para wisudawan berbaris rapi mendatangi orang tua masing-masing yang duduk di kursi undangan. Tangis haru pecah ketika santri bersimpuh, mencium tangan, dan memeluk erat orang tua mereka sebagai bentuk rasa terima kasih atas doa dan pengorbanan biaya selama mereka belajar di pesantren. Pemandangan ini menciptakan getaran emosional yang mendalam bagi seluruh hadirin yang menyaksikan.
Penghormatan dan Mushafah kepada Para Kiai
Rasa haru juga melingkupi momen perpisahan antara santri dengan para pengasuh dan dewan guru (asatiz). Para santri berbaris untuk melakukan mushafah (bersalaman) dan memohon keridaan serta doa restu dari para kiai. Penghormatan setinggi-tingginya diberikan kepada dewan guru yang telah dengan sabar mendidik, membimbing, dan mentransfer ilmu-ilmu agama. Para pengasuh pun meneteskan air mata kebahagiaan sambil memberikan usapan lembut di kepala para wisudawan sebagai simbol keikhlasan melepaskan mereka.
Pesan Perpisahan dan Kesan Pesan Wisudawan
Dalam sesi penyampaian kesan dan pesan, perwakilan wisudawan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas segala pengalaman, suka, dan duka selama nyantri di NurulHudas. Beberapa poin sentimental yang disampaikan meliputi:
- Kenangan Kebersamaan di Asrama: Cerita manis mengenai perjuangan bangun malam untuk salat tahajud, mengaji bersama, dan indahnya kebersamaan dalam kesederhanaan.
- Tekad Menjaga Nama Baik Pesantren: Janji suci untuk selalu menjaga hafalan Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai akhlakul karimah di mana pun berada.
- Permohonan Doa Restu: Memohon doa agar dimudahkan dalam melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun terjun di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Suasana haru wisuda dan Haflah Akhirussanah santri NurulHudas menjadi bukti nyata kuatnya ikatan batin (rabithah) antara santri, orang tua, dan pengasuh pesantren. Tangis haru yang tumpah menjadi simbol kelulusan yang berkah, pelepasan yang ikhlas, serta kesiapan santri untuk menyebarkan cahaya kebaikan di tengah-tengah masyarakat.
