Menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan memerlukan tindakan pemeliharaan saluran air secara gotong royong. Kelompok santri relawan menggelar aksi bakti lingkungan berupa pembersihan sarana sanitasi dan biopori di sepanjang permukiman warga desa di Kalimantan. Langkah pencegahan banjir ini dilakukan dengan mengeruk endapan lumpur serta sampah plastik yang menyumbat aliran parit.
Kegiatan pelestarian daya resap air ini merupakan bagian dari gerakan lingkungan pembersihan drainase utama desa dan pembuatan biopori santri kalimantan yang digerakkan secara berkala. Pembuatan lubang resapan biopori sangat efektif dalam mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos alami. Lingkungan desa menjadi lebih asri, sehat, dan bebas dari bau tak sedap.
Para santri bersama warga lokal mengebor tanah menggunakan alat bor manual untuk membuat ratusan lubang biopori setinggi satu meter di sepanjang pinggir jalan. Lubang-lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah daun kering dan sisa sisa makanan organik guna memicu aktivitas cacing tanah pembuat pori air. Kerja sama fisik ini mengedukasi warga tentang tata kelola lingkungan yang ramah alam.
Selain bor biopori, tim santri membersihkan bak kontrol dan gorong-gorong penyaluran air limbah rumah tangga agar tidak menimbulkan genangan air mampet. Parit yang bersih dari sampah dapat mengalir lancar sehingga menekan perkembangan biak nyamuk demam berdarah di lingkungan permukiman. Kesadaran sanitasi warga meningkat tajam berkat contoh nyata aksi para santri.
Aksi kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh komunitas pesantren ini mempertegas peran santri sebagai pelopor gerakan kebersihan lingkungan di daerah. Pembiasaan hidup bersih yang diajarkan di dalam asrama pesantren ditularkan secara langsung kepada masyarakat luas melalui karya bakti sosial. Kebersihan lingkungan merupakan pilar utama terciptanya kesehatan masyarakat.
Pemasangan biopori dan pembersihan saluran air ini diharapkan terus dilestarikan oleh warga desa secara mandiri pada masa-masa mendatang. Edukasi ramah lingkungan yang konsisten dari pesantren menjadi investasi jangka panjang bagi kelestarian alam pedesaan. Mari jaga kebersihan saluran air dan rawat lingkungan sekitar demi kesehatan generasi masa depan.
