Seni hadrah dan nasyid merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya pesantren yang berfungsi sebagai media dakwah melalui keindahan nada dan syair pujian. Pondok Pesantren Nurul Huda baru saja menyelenggarakan pelatihan teknik vokal intensif bagi para santri guna meningkatkan kualitas performa tim kesenian mereka saat tampil di berbagai acara resmi maupun perlombaan. Dalam pelatihan ini, para santri diajarkan cara mengelola pernapasan diafragma yang kuat agar suara tetap stabil saat menyanyikan nada-nada tinggi dalam durasi yang lama. Selain mengasah kemampuan seni, pihak pengasuh juga memberikan materi tambahan mengenai etika komunikasi dengan orang tua dan guru di media sosial agar para santri tetap menjaga adab dan kesantunan di dunia digital seiring dengan perkembangan bakat mereka yang semakin dikenal luas.
Penguasaan teknik vokal dalam seni hadrah memiliki tantangan tersendiri karena penyanyi harus mampu menyelaraskan suara dengan ketukan alat musik rebana yang dinamis. Di Ponpes Nurul Huda, para instruktur menekankan pentingnya teknik head voice dan chest voice untuk menghasilkan warna suara yang jernih dan merdu. Para santri dilatih untuk melakukan pemanasan vokal setiap pagi guna menjaga kelenturan pita suara mereka. Pelatihan ini juga mencakup cara pengucapan makhraj huruf yang tepat dalam lirik berbahasa Arab, sehingga pesan doa dan pujian yang disampaikan dalam nasyid dapat diterima dengan sempurna oleh para pendengar tanpa ada kekeliruan makna.
Selain aspek teknis suara, pelatihan ini juga menyentuh sisi penghayatan atau emosi dalam bernyanyi. Seorang vokalis hadrah di Nurul Huda dituntut untuk tidak hanya sekadar bernyanyi, tetapi juga meresapi setiap kalimat tayyibah yang diucapkan agar mampu menggetarkan hati audiens. Keseimbangan antara teknik dan rasa inilah yang menjadi ciri khas tim kesenian Nurul Huda. Para santri diajarkan untuk menjaga kekompakan vokal grup (choir) agar harmoni antar penyanyi utama dan penyanyi latar tetap terjaga dengan indah. Disiplin dalam berlatih ritme sangat ditekankan agar tidak terjadi ketidaksinkronan antara vokalis dengan para penabuh hadrah.
