Luapan banjir tahunan di wilayah Borneo tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga mengancam keselamatan hewan ternak yang menjadi tabungan hidup masyarakat pedesaan. Pembentukan pos perawatan ternak oleh tim santri Pesantren Nurul Hudas menjadi langkah penyelamatan aset ekonomi warga yang sangat strategis. Hewan ternak seperti sapi, kambing, dan unggas yang terjebak banjir sering kali mengalami kelaparan, stres berat, serta rentan terserang penyakit kulit dan gangguan pencernaan akibat meminum air banjir yang tercemar.
Layanan darurat yang diberikan mencakup pemberian pakan hijau segar, vitamin, obat cacing, serta pembersihan luka fisik pada hewan yang terevakuasi. Kegiatan perawatan ternak ini dipandu oleh instruktur yang berpengalaman di bidang peternakan guna memastikan dosis obat yang diberikan sesuai dengan jenis dan berat badan hewan. para santri bergotong royong membuat kandang darurat di area perbukitan yang bebas banjir, sehingga hewan-hewan milik warga terhindar dari bahaya hipotermia dan penyakit menular.
Penyelamatan ternak memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi warga desa pascabencana banjir surut secara total. Bagi masyarakat pedesaan Borneo, hewan ternak merupakan pilar finansial utama yang dapat dijual sewaktu-waktu untuk biaya perbaikan rumah atau modal bercocok tanam kembali. Tanpa adanya penanganan medis darurat bagi ternak, warga berisiko mengalami kerugian material yang sangat besar akibat kematian massal hewan peliharaan mereka pascabanjir.
Di samping memprioritaskan keselamatan hewan ternak milik warga, tim relawan santri juga tetap memberikan perhatian penuh pada kondisi kesehatan para pemilik ternak itu sendiri. Kondisi lingkungan yang kotor pascabanjir rawan menimbulkan berbagai keluhan penyakit pada tubuh manusia. Sinergi pelayanan kesehatan ini direalisasikan melalui penyelenggaraan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga desa guna memastikan kondisi fisik mereka tetap prima selama masa pemulihan lingkungan.
Posko bantuan santri ini menjadi pusat koordinasi yang sangat diandalkan oleh masyarakat desa selama masa tanggap darurat berlangsung. Kehadiran para santri yang sigap bekerja siang dan malam memberikan rasa aman bagi warga yang sedang bersedih akibat harta bendanya terendam banjir. Kerja sama yang solid antara masyarakat dan santri terbukti mempercepat proses evakuasi serta menekan angka kematian ternak secara signifikan di wilayah tersebut.
Inisiatif pendirian pos kesehatan hewan dan manusia oleh santri Nurul Hudas Borneo merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang sangat holistik. Perlindungan terhadap aset ekonomi warga berjalan seiring dengan pemeliharaan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Pengabdian yang tulus ini menguatkan ketahanan warga dalam menghadapi bencana serta menegaskan peran vital santri sebagai pelopor penggerak kebaikan di tengah masyarakat.
